OhaYou GoZaiMazu…..^^

Work Hard If You Wanna Be A Great Man….

PERKEMBANGAN INSTRUMEN PETIK SEBELUM JAMAN RENESANS Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:58 am

Royke B. Koapaha

Model instrumen yang dipetik sebelum jaman Renesans (1450-1600) sangatlah beragam. Wajar saja kalau kita sering dibuat bingung oleh nama-nama yang berlainan untuk sebuah instrumen yang sama, atau sebaliknya, keaneka-ragaman instrumen yang berasal dari instrumen yang sama.

Kondisi ini ditunjang lagi oleh terbatasnya informasi yang tidak jarang berhias dongeng-dongeng maupun mitos-mitos. Sebagai ilustrasi dapat kita lihat pada kisah Apollo dan Hermes berikut ini. Alkisah Hermes mengambil sapi-sapi milik Apollo. Dalam perjalanan pulang Hermes melihat seekor penyu. Iapun menangkap dan mengulitinya serta mengambil tempurungnya. Pada tempurung itu diberi lubang dan ditancapkan sepotong kayu. Pada bagian rongga ditutupinya dengan kulit sapi. Terakhir, iapun mengikatkan usus sapi dari ujung potongan kayu ke ujung tempurung. Hermespun memainkan instrumen ciptaannya itu sambil bernyanyi. Syair nyanyiannya itu memuji kebaikan, kepintaran dan kemurahanhati Apollo. Apollo yang semula ingin menuntut Hermes untuk mengakui perbuatannya serta menuntut agar mengembalikan sapi-sapinyapun menjadi luluh. Iapun mengampuni Hermes. Mereka segera membuat perjanjian yang isinya Hermes boleh memiliki sapi-sapi itu dan alat musik buatan Hermes itu menjadi milik Apollo. Mungkin cerita ini hanyalah simbol dari alih budaya Creto-Helladis ke Indo-Eropa Yunani seperti penjelasan Graves. Kita sulit untuk melihat kisah ini sebagai asal usul instrumen lyra yang sebenarnya. Terlepas dari semua itu, kita tahu bahwa terdapat instrumen lyra pada bangsa Yunani kuno.

Sejarah Gitar
Gambar:Kissar, instrumen seperti lyra yang masih digunakan di beberapa tempat di Afrika Utara hingga sekarang.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar
Ada yang menyebutnya Lyra, ada juga yang menyebutnya Khitara.

Ada juga dugaan dimana ide awal dari instrumen gitar berasal dari bunyi tali pada busur panah. Kemudian diberi kotak suara atau resonator agar suaranya lebih keras, selain tali (senar) yang ditambahkan. Alasan ini dapat dimengerti kalau kita melihat bentuk-bentuk instrumen berdawai kuno di bawah ini.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar Sejarah Gitar

Instrumen tertua yang bentuknya mirip gitar terdapat pada objek arkeologi di Alaya Huyuk yang berasal dari tahun 1400 SM. Pada relief tersebut dapat dilihat seorang musisi Hittite sedang memainkan alat musik yang lebih mirip instrumen gitar daripada instrumen tanbur. Nama sesungguhnya tidak dikenal, karena itu sekarang hanya dikenal dengan nama gitar hittite saja.

Sejarah Gitar
Gitar Hittite

Sedang tanbur merupakan instrumen petik yang pada awalnya berkembang di Persia sekitar tahun 1400 SM. Instrumen ini memiliki badan seperti mangkuk dan papan suara yang terbuat dari kulit. Sebutan-sebutan lain untuk instrumen ini berdasarkan jumlah dawainya. Disebut setar jika berdawai tiga dan disebut chartar jika berdawai empat (’se’ berarti tiga, ‘char’ berarti empat dan ‘tar’ berarti dawai).

Sejarah Gitar
Tanbur dari tahun sekitar 2500-1500 Sebelum Masehi

Sejarah Gitar
Tar dari Persia

Sejarah Gitar
Tanbur modern

Tanbur juga berkembang di Yunani sekitar tahun 300 SM. Sekitar tahun 300M bangsa Romawi mengembangkan tanbur model mereka sendiri dengan ide tanbur Yunani. Menurut Maurice J.Summerfield tanbur Yunani maupun Romawi merupakan instrumen yang berdawai empat (chartar). Tanbur Yunani dan Romawi ini dianggap sebagai kelanjutan dari tanbur Persia dan “gitar Hittite”. Seperti telah disinggung di atas, kata gitar dengan tanda kutip digunakan karena nama sebenarnya dari instrumen itu tidaklah diketahui.Tidak ada informasi nama pada relief di Alaya Huyuk.

Jadi perkembangannya kira-kira demikian:

Gitar Hittite —> Tanbur Persia —> Tanbur Yunani —> Tanbur Romawi

Tanbur Romawi ini selanjutnya berkembang menjadi guitarra morisca dan guitarra latina. Ilustrasi dari instrumen-instrumen ini dapat dilihat pada dokumen Cantigas dari Alphonso yang Arif, tahun 1270. Cantigas ini merupakan nyanyian puji-pujian bagi Perawan Suci serta mujizat-mujizatnya. Dari nama guitarra Morisca kita sudah dapat menduga bahwa gitar ini berasal dari bangsa Moor. Bentuknya seperti almond (biji dari sejenis buah persik), sedang bagian belakangnya seperti perahu terbalik. Papan jarinya lebar dan pada papan suaranya terdapat beberapa lubang suara.

Sejarah Gitar

Sejarah Gitar
Guitarra Morrisca Repro

Berlainan dengan guitarra morisca, guitarra latina mempunyai bentuk yang berkeluk kedalam. Bagian belakangnya rata, serta umumnya hanya mempunyai sebuah lubang suara pada papan suaranya.

Sejarah Gitar
Guitar Latina

Sejarah Gitar
Sebelah kiri guitarra Latina dan yang di kanan guitarra Morrisca

Dapat dilihat bahwa guitarra latina mempunyai bentuk yang lebih mirip dengan gitar modern. Walaupun diberi nama latina bukanlah berarti gitar ini berasal dari Roma, tetapi berasal dari laut Tengah. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita ingat pada sebuah definisi dari abad ke 13:” Nama Latini diberikan kepada penduduk asli, ‘settlers’ asli dan kolonis di wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh bangsa Barbar”. Dalam prakteknya guitarra latina digunakan untuk bermain iringan, sedang guitarra morisca untuk bermain melodi.

Sebelum kita lanjutkan dengan instrumen lainnya, ada baiknya jika kita menyinggung terlebih dahulu tentang asal-usul kata gitar. Dan dengan jujur haruslah diakui akan kesimpang-siurannya. Mungkin saja gitar berasal dari kata Ketharah atau Cetharah, alat musik dari bangsa Asyiria. Atau mungkin juga dari kata setar, sitar, cithara yang dapat diartikan sebagai instrumen berdawai tiga. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa gitar berasal dari kata chartar, instrumen yang berdawai empat. Salah satu hal yang menguatkan pendapat ini ialah kesamaan jumlah dawai antara chartar dengan guitarra morisca maupun latina. Guitarra morisca mempunyai empat dawai berganda sedang guitarra latina mempunyai empat dawai tunggal.

Kita juga harus berhati-hati untuk istilah-istilah seperti guitarra, guiterne, gitern dan sebagainya dalam konteks sebelum jaman Renesans. Istilah ini seringkali digunakan untuk instrumen yang pada jaman Renesans disebut mandora. Mandora merupakan instrumen lute yang ukurannya sangat kecil. Disisi lain, sebuah instrumen yang seperti gitar sering disebut viola, atau dalam bahasa Spanyol disebut Vihuela. Viola ini juga mempunyai arti yang umum, yaitu semua instrumen berdawai baik yang dimainkan dengan alat penggesek, dengan plectrum, maupun dipetik dengan jari.

Sejarah Gitar
Vihuela

Terlepas dari kesimpang-siuran asal-usul kata gitar, akhirnya pada abad ke 16 kata guitarra sudah meluas digunakan sebagai nama instrumen yang berdawai empat berganda di Eropa. Sudah tentu terdapat perbedaan-perbedaan kecil seperti guitarra di Spanyol, guiterne atau guiterre di Prancis, gittern di Inggris, chitarrino atau chitarra di Itali dan quinterna atau gitarre di Jerman. Seperti telah disinggung di atas, nama yang digunakan di Portugis cukup berbeda yaitu Violao.

Sejarah Gitar
Gitar zaman Renesans yang memiliki 4 dawai berganda

Instrumen petik lainnya yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan gitar ialah lute. Kita ingat bahwa pada tahun 711 bangsa Arab datang ke Spanyol untuk penyebaran agama Islam. Pengaruh bangsa Arab pada budaya spanyol umumnya, musik khususnya tidak dapat dikatakan kecil. Sekarangpun pengaruh Arab masih sangat terasa pada musik flamenco.

Bangsa Arab membawa alat musik yang mereka namakan al’ud, alat dari kayu. Ada kemungkinan penamaan ini merupakan upaya untuk membedakan al’ud dengan instrumen lainnya yang mempunyai papan bunyi dari kulit, seperti keluarga tanbur, ataupun badan yang terbuat dari labu air.

Sejarah Gitar
Al’ud

Ada kemungkinan bangsa Arab bukanlah penemu instrumen ini. Mungkin saja lute ini berasal dari tempat yang sama dengan “gitar hittite”. Pada salah satu relief itu juga menggambarkan seorang pemain lute (?) bersama-sama dengan sekelompok pemain sulap, termasuk seorang pemain ular, dua akrobatis dan ada seorang lagi dengan monyetnya. Kalaupun kita mau jujur, instrumen yang dipegang musisi itu lebih mirip dengan bentuk jam pasir selain mempunyai tujuh buah fret.

Hal yang lebih pasti bahwa di Mesir pada jaman Hyksos terdapat instrumen yang sangat mirip dengan lute. Instrumen yang dikenal dengan sebutan nefer ini memegang peranan penting dalam kehidupan musik di sepanjang sungai Nil itu. Dengan ditemukannya beberapa contoh asli di kuburan mesir, maka sekarang kita dapat mengetahui konstruksi instrumen ini dengan lebih pasti.

Bangsa Yunani mengenal instrumen seperti lute dengan sebutan pandoura atau pandouros. Kemungkinan kata pandoura berasal ini berasal dari kata pan-tur (gesek-kecil). Instrumen yang diimpor dari Asia Barat ini akhirnya mengalami pergeseran-pergeseran nama maupun ujud. Dari pan-tur menjadi pandoura, pandouros, pandore, mandore, mandora, mandola, vandola dan sebagainya. Sekarang kita masih dapat melihat “keturunannya” yang disebut mandolin maupun bandurria di Spanyol. Gambar di bawah ini hanyalah salah satu variannya saja.

Sejarah Gitar

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen lute tidak hanya dimilki oleh bangsa Arab saja.Di sisi lain, andil bangsa Arab tidaklah kecil dalam memperkenalkan instrumen lute yang pada akhirnya menyebar di seluruh Eropa.Seperti nama gitar, nama lute juga mengalami perubahan-perubahan kecil seperti misalnya laud di Spanyol, laute di Jerman, Liuto di Itali Lute di Inggris, luth di Prancis dan alaude di Portugis.

Nantinya, pada jaman Renesans lute menjadi alat petik yang utama di dataran Eropa, kecuali di Spanyol. Tidak berkembangnya lute di Spanyol kemungkinan besar akibat dari usaha Spanyol dalam mengikis pengaruh-pengaruh budaya Arab saat itu. Ada gejala yang menarik dimana instrumen vihuela (viola) yang memiliki banyak kesamaan dengan lute (kecuali bentuknya) berkembang secara pesat sekali di Spanyol. Instrumen ini seakan-akan menjadi instrumen tandingan untuk lute.

 

Perkembangan dan Pertumbuhan Mereka pada Zaman Modern Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:58 am
Menara Pengawal, dari 6.000 eksemplar dalam satu bahasa menjadi lebih dari 22.000.000 eksemplar dalam lebih dari 132 bahasa

SEJARAH modern Saksi-Saksi Yehuwa bermula lebih dari seratus tahun yang lalu. Pada awal tahun 1870-an, terbentuklah sebuah kelompok belajar Alkitab yang sederhana di Allegheny, Pennsylvania, AS, yang sekarang menjadi bagian dari Pittsburgh. Charles Taze Russell adalah pelopor utama kelompok belajar tersebut. Pada bulan Juli 1879, terbitlah edisi pertama majalah Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence. Pada tahun 1880, sejumlah sidang telah terbentuk di negara-negara bagian di sekitarnya yang berpangkal dari kelompok belajar Alkitab yang beranggotakan sedikit orang ini. Pada tahun 1881, dibentuklah Zion’s Watch Tower Tract Society dan pada tahun 1884, organisasi itu dijadikan badan hukum, dengan Russell sebagai presidennya. Nama Lembaga itu kemudian berganti menjadi Watch Tower Bible and Tract Society (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal). Banyak anggotanya memberikan kesaksian dari rumah ke rumah menawarkan bacaan-bacaan Alkitab. Lima puluh orang melakukan pekerjaan ini sepenuh waktu pada tahun 1888—sekarang, pemberita sepenuh waktu di seluruh dunia rata-rata berjumlah 700.000 orang.

Pada tahun 1909, pekerjaan Lembaga ini mulai bertaraf internasional dan kantor pusatnya dipindahkan ke lokasinya yang sekarang di Brooklyn, New York. Khotbah-khotbah tercetak dimuat dalam surat-surat kabar dan pada tahun 1913, khotbah-khotbah ini telah dicetak dalam empat bahasa di ribuan surat kabar di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Buku, buku kecil, dan risalah telah disiarkan dalam jumlah ratusan juta.

Pada tahun 1912, proyek ”Drama-Foto Penciptaan” mulai digarap. Melalui slide dan film bersuara, dikisahkanlah awal-mula penciptaan bumi hingga akhir Pemerintahan Seribu Tahun Kristus. Drama-Foto mulai dipertunjukkan pada tahun 1914, dengan 35.000 penonton setiap hari. Drama-Foto merupakan cikal bakal film bersuara.

TAHUN 1914

Zaman yang kritis semakin dekat. Pada tahun 1876, siswa Alkitab Charles Taze Russell menyumbangkan sebuah artikel berjudul ”Zaman Orang Kafir: Kapankah Berakhir?” untuk majalah Bible Examiner bulan Oktober, yang diterbitkan di Brooklyn, New York, yang pada halaman 27 dikatakan, ”Tujuh masa akan berakhir pada tahun 1914 M.” Zaman Orang Kafir adalah suatu periode waktu yang diistilahkan di terjemahan Alkitab lainnya sebagai ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa”. (Lukas 21:24) Memang, tidak semua peristiwa yang mereka harapkan akan terjadi pada tahun 1914 benar-benar terjadi, namun tahun tersebut menandai akhir dari Zaman Orang Kafir dan merupakan tahun yang sangat penting. Banyak sejarawan dan komentator setuju bahwa tahun 1914 merupakan titik balik dalam sejarah umat manusia. Ini dibuktikan dalam kutipan-kutipan berikut ini:

Titik balik sejarah manusia

”Tahun terakhir yang sepenuhnya ’normal’ dalam sejarah adalah 1913, setahun sebelum Perang Dunia I mulai.”—Tajuk rencana Times-Herald, Washington, D.C., 13 Maret 1949.

”Lambat laun, periode 75 tahun dari tahun 1914 hingga 1989, yang mencakup dua perang dunia dan perang dingin, semakin dipandang oleh para sejarawan sebagai suatu babak tersendiri, suatu periode yang unik manakala sebagian besar dunia sedang berperang, memulihkan diri dari perang, atau sedang mempersiapkan perang.”—The New York Times, 7 Mei 1995.

”Seluruh dunia benar-benar hancur pada Perang Dunia I dan kita masih belum tahu alasannya. Sebelum itu, orang mengira bahwa utopia (gambaran tentang sistem sosial-politik yang sempurna) telah terbentang di hadapan mata. Ada perdamaian dan kemakmuran. Kemudian, segalanya hancur. Sejak itu, kita berada dalam keadaan mati suri . . . Jumlah korban tewas di abad ini jauh melebihi abad-abad sebelumnya sepanjang sejarah.”—Dr. Walker Percy, American Medical News, 21 November 1977.

Lebih dari 50 tahun setelah 1914, Konrad Adenauer, negarawan Jerman menulis, ”Keamanan dan ketenangan telah lenyap dari kehidupan manusia sejak tahun 1914.”—The West Parker, Cleveland, Ohio, 20 Januari 1966.

Presiden pertama Lembaga, C. T. Russell, meninggal pada tahun 1916 dan digantikan pada tahun berikutnya oleh Joseph F. Rutherford. Banyak perubahan terjadi. Majalah pendamping The Watchtower (Menara Pengawal), yaitu The Golden Age (Zaman Keemasan), diperkenalkan. (Sekarang disebut Awake! [Sedarlah!] yang bertiras lebih dari 20.000.000 eksemplar dalam lebih dari 80 bahasa.) Kesaksian dari rumah ke rumah semakin digiatkan. Untuk membedakan diri dari denominasi-denominasi Susunan Kristen, pada tahun 1931 orang-orang Kristen ini menggunakan nama Saksi-Saksi Yehuwa. Nama ini berdasarkan Yesaya 43:10-12.

Radio digunakan secara luas pada tahun 1920-an dan 1930-an. Pada tahun 1933, Lembaga telah menggunakan 403 stasiun radio untuk memancarluaskan khotbah-khotbah Alkitab. Kemudian, peranan radio lambat laun digantikan dengan menggiatkan kunjungan dari rumah ke rumah oleh Saksi-Saksi, menggunakan fonograf portabel dan rekaman khotbah-khotbah Alkitab. Pengajaran Alkitab di rumah mulai diberikan kepada siapa pun yang berminat mempelajari kebenaran Alkitab.

KEMENANGAN DI PENGADILAN

Berjasa besar dalam menegakkan kemerdekaan sipil

Selama tahun 1930-an dan 1940-an, terjadi banyak penangkapan atas Saksi-Saksi karena melakukan pekerjaan ini, dan mereka pun bertarung di meja hijau guna memperjuangkan kebebasan untuk berbicara, mencetak publikasi, berhimpun, dan beribadat. Di Amerika Serikat, setelah naik banding dari pengadilan yang lebih rendah, Saksi-Saksi memenangkan 43 kasus di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Selain itu, mereka pun memperoleh vonis yang menguntungkan di mahkamah-mahkamah agung di negeri-negeri lain. Tentang kemenangan demi kemenangan di pengadilan ini, Profesor C. S. Braden, dalam bukunya These Also Believe, mengatakan tentang Saksi-Saksi, ”Mereka telah banyak berjasa dalam menegakkan demokrasi, dengan berjuang mempertahankan hak-hak sipil mereka, karena dalam pertarungan mereka, mereka telah berbuat banyak untuk melindungi hak-hak tersebut bagi setiap kelompok minoritas di Amerika.”

PROGRAM PELATIHAN KHUSUS

J. F. Rutherford meninggal pada tahun 1942 dan tugasnya selaku presiden digantikan oleh N. H. Knorr. Suatu program pelatihan terpadu dimulai. Pada tahun 1943, dibentuklah sebuah sekolah pelatihan khusus bagi para utusan injil dengan nama Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal. Sejak saat itu, para lulusan sekolah ini telah diutus ke negeri-negeri di seluruh dunia. Sidang-sidang baru dibentuk di negeri-negeri yang belum memiliki sidang, dan kantor-kantor cabang dibentuk di seluruh dunia, yang sekarang berjumlah lebih dari 100. Secara berkala, diselenggarakan penataran-penataran khusus untuk melatih para penatua, para relawan di kantor-kantor cabang, dan para pemberita sepenuh waktu (sebagai perintis) dalam pekerjaan kesaksian. Berbagai jenis pendidikan khusus bagi para rohaniwan ini diadakan di pusat pendidikan di Patterson, New York.

N. H. Knorr meninggal pada tahun 1977. Salah satu perubahan dalam bidang pengorganisasian yang sempat ditanganinya sebelum ia meninggal adalah penambahan jumlah anggota Badan Pimpinan, yang berlokasi di kantor pusat sedunia di Brooklyn. Pada tahun 1976, tanggung jawab administrasi dibagi dan ditugaskan kepada berbagai panitia yang terdiri dari para anggota Badan Pimpinan, yang kesemuanya telah berpengalaman sebagai rohaniwan selama puluhan tahun.

PERLUASAN FASILITAS PERCETAKAN

Sejarah Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern sarat dengan peristiwa-peristiwa dramatis. Dari satu kelompok kecil pelajar Alkitab di Pennsylvania pada tahun 1870, Saksi-Saksi telah berkembang hingga tahun 2001 ini menjadi kira-kira 90.000 sidang di seluruh dunia. Pada mulanya, semua lektur dicetak oleh perusahaan komersial; kemudian, pada tahun 1920, Saksi-Saksi mencetak beberapa lekturnya di gedung-gedung percetakan sewaan. Namun sejak tahun 1927 dan seterusnya, semakin banyak lektur mulai dihasilkan di gedung percetakan bertingkat delapan di Brooklyn, New York, milik Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. Gedung ini sekarang telah diperluas hingga mencakup gedung-gedung percetakan lainnya serta sebuah kompleks perkantoran. Ada pula gedung-gedung lain yang berdekatan di Brooklyn untuk menampung para rohaniwan yang melayani secara sukarela untuk mengoperasikan fasilitas percetakan ini. Selain itu, perladangan dan percetakan dioperasikan di dekat Wallkill, di sebelah utara New York. Di sanalah majalah Menara Pengawal dan Sedarlah! dicetak dan makanan diproduksi untuk para rohaniwan yang melayani di berbagai lokasi. Setiap relawan menerima penggantian ongkos ala kadarnya untuk menutup pengeluaran insidental mereka.

KEBAKTIAN INTERNASIONAL

Pada tahun 1893, kebaktian besar pertama diselenggarakan di Chicago, Illinois, AS. Kebaktian ini dihadiri oleh 360 orang, dan sejumlah 70 orang yang dibaptis. Satu-satunya kebaktian akbar internasional diadakan di kota New York pada tahun 1958. Kebaktian itu berlokasi di Yankee Stadium serta Polo Grounds yang ketika itu masih ada. Puncak hadirinnya adalah 253.922 orang; dan jumlah yang dibaptis adalah 7.136 orang. Sejak itu, kebaktian internasional diselenggarakan dalam bentuk rangkaian kebaktian di banyak negeri. Secara keseluruhan, rangkaian-rangkaian kebaktian internasional mencakup ribuan kebaktian di negeri-negeri di seputar bumi.

 

Generasi muda, generasi global, generasi penuh tantangan Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:56 am

Oleh Dr. Paul Budi Kleden, SVD *

PERINGATAN sumpah pemuda tahun ini di diperkaya Kompas (30 Oktober) dengan sebuah jajak pendapat mengenai idealisme kaum muda. Disinyalir bahwa semangat muda pada umumnya mulai meredup. Menurut jajak pendapat itu, generasi muda dewasa ini tidak lagi dilihat dan dinilai sebagai kelompok yang memperparah kerukunan dalam masyarakat. Hasil jajak pendapat ini mesti menjadi satu masukan yang serius untuk mempertimbangkan pendampingan terhadap kaum muda. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman yang jujur mengenai kondisi kaum muda dewasa ini. Kaum muda tidak dapat dipersalahkan begitu saja.

 

*Menjadi “mahasiswa persoalan”: Menggugat standar mutu intelektual dan pendidikan kita Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:55 am

Oleh Aleksander Dancar *

“WE are not students of some subject matter but students of problems” (Kita bukan mahasiswa beberapa mata kuliah, tetapi mahasiswa persoalan-persoalan ). Demikian Karl Popper (1902-1994) menulis dalam Conjectures and Refutation: The Growth of Scientific Knowledge (1963:67), sebuah karya afirmatif terhadap Opus magnum-nya The Logic of Scientific Discovery (1959) yang memiliki pengaruh besar dalam dunia filsafat (Ilmu) pengetahuan kontemporer. Dengan ungkapan itu Popper menempatkan esensi epistemologi pada peran untuk mengatasi persoalan-persoalan . Persoalan merupakan fundamen di atasnya sebuah epistemologi yang benar dibangun. Persoalan epistemologi yang paling sentral yang sudah dan masih ada hingga sekarang, menurut Popper, adalah persoalan pertumbuhan pengetahuan.

 

Plastik untuk kemasan makanan? Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:52 am

Bahan Plastik yang Aman
Sebelum membeli makanan atau minuman, masyarakat seharusnya memilih kemasan plastik yang aman digunakan. Untuk mengetahui bahan plastik yang aman digunakan, lihatlah nomor-nomor yg tertera pada kemasan. Nomor itu biasanya berada di dalam segitiga tanda panah melingkar di bagian bawah kemasan. Setiap nomor menunjukkan bahan yang digunakan.

Nomor 1: Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE), biasa digunakan mengemas air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus,jeli, selai.

Nomor 2: High density polyethylene (HDPE),
biasa digunakan untuk mengemas susu, yogurt, & botol galon air
minum

Nomor 4: Low density polyethylene (LDPE), biasa digunakan sebagai
plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, makanan beku, & botol
plastik yang dpt ditekan.

Nomor 5: Polypropylene (PP), biasa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat, & margarin.

Diantara jenis plastik tsb yg relatif paling aman & telah mengalami uji & evaluasi badan pengawasan obat & makanan Amerika Serikat (FDA) adalah PET (nomor 1).

Jadi, bila botol air minum kita bertanda nomor 1, berarti terbuat dari PET &
plastik itu aman untuk kemasan makanan atau bersifat food grade.

Menurut Dosen Dept Ilmu & Tek Pangan IPB, Dr. Yadi Haryadi, Msc, sebenarnya penggunaan botol plastik, khususnya botol plastik PET, secara berulang-ulang tidak menjadi masalah. Syaratnya, setiap akan dipakai atau diisi ulang, botol2 tsb harus dicuci bersih memakai sabun & dikeringkan dahulu.

Tidak aman !!!
Berikut adalah jenis plastik yg penggunaannya tidak diperbolehkan untuk bahan pangan krn mengandung bhn berbahaya yg dpt berpindah ke makanan.

Nomor 3: Polyvinyl chloride (PVC atau disebut vinil). Plastik ini sering dibuat cling wrap. Sering juga dipakai untuk wadah kue kering atau cokelat. Ada juga botol plastik yg dpt ditekan (untuk pengeluaran bahan) terbuat dari PVC.

Nomor 6: Polystyrene (PS), sangat dikenal konsumen dlm bentuk kemasan stereofom spt yg digunakan untuk mengemas buah & sayuran di toko2 swalayan.

Nomor 7: Jenis plastik lainnya, terutama polycarbonate. Plastik ini mengandung bisphenol-A yg berbahaya & dpt bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yg menggunakan sbg botol susu bayi & alat2 makan (sendok, garpu, pisau) plastik.

Hindari panas & minyak
Penggunaan plastik u/ membungkus makanan jg perlu diwaspadai.
Hindari memanaskan makanan dg wadah atau bungkus yg terbuat dr plastik dlm microwave.

Hindari menggunakan tempat dr bhn plastik u/ menaruh mkn panas, apalagi berminyak, dlm microwave. Menurut Yadi, beberapa studi menunjukan migrasi komponen plastik ke dlm bhn pangan selama pemanasan atau pd suhu tinggi semakin besar.

Kita jg sering melihat pedagang mkn menggunakan plastik u/ membungkus makanan tsb dlm keadaan panas. Menurut Yadi, cara ini sangat beresiko krn kantong plastik yg digunakan tdk jelas asal usulnya. Migrasi bahan berbahaya dpt saja terjadi jk plastik tsb bukan plastik berlabel food grade.
Karena kurangnya pengetahuan, kita tidak dapat menyalahkan pedagang kecil. Yadi menyarankan, jk akan membeli mkn panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya membawa sendiri wadah yg aman dr rumah.

Kesimpulan :
* Plastik sangat berbahaya kalo kena air / makanan yang panas.
* Jangan masak atau ngambil nasi di magic jar pake centong yang terbuat dari plastik.
* pake peralatan plastik yang ada tanda food grade-nya

__________________
♥ Ì’m å fåñ όf þêόþlê whό wεrε ß®åvê ♥
 

Ekstrak Teh Hijau Mampu Meningkatkan Produksi Enzym Anti Kanker Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:49 am

Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention, edisi August 2007 menunjukkan bahwa pada tubuh manusia yang mendapatkan asupan kapsul ekstrak teh hijau tanpa kafein mampu meningkatkan produksi enzim detoksifikasi (anti kanker) dalam tubuhnya.
Dr. H. Sherry Chow dari Universitas Arizona, Tucson, Amerika, menjelaskan bahwa ekstrak teh hijau dapat memberikan manfaat baik bagi mereka yang kekurangan enzim detoksifikasi dan tidak membahayakan bagi mereka yang telah memiliki tingkat enzim tersebut dalam tubuhnya.
Dalam penelitian yang dilakukannya ini, Dr. Chow mengambil sample 42 orang dewasa sehat, dengan memberikan kapsul ekstrak teh hijau yang mengandung 200 mg epigallocatechin gallate. Kapsul teh hijau tersebut mereka konsumsi setiap pagi hari sebelum makan, selama 4 minggu.
Hasilnya, terjadi peningkatan kadar enzim detoksifikasi (glutathione S-transferase enzymes) sebesar 80% dari mereka yang semula memiliki kadar enzim yang rendah, dan tidak terjadi peningkatan jumlah enzim pada mereka yang telah memiliki kadar enzim yang cukup dalam tubuhnya.
 

Formalin, Zat Kimia Berbahaya Yang Kaya Manfaat Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:48 am

Heboh kasus ditemukannya formalin belakangan ini dalam bahan makanan membuat status formalin sebagai zat kimia berbahaya makin melekat saja dalam benak sebahagian besar masyakat kita.Formalin atau formaldehyde yang memiliki rumus kimia CH2O, merupakan senyawa organik yang diproduksi dari reaksi oksidasi methanol dengan bantuan katalis tertentu.

Tapi benarkah formalin yang juga dikenal sebagai pengawet mayat cuma berbahaya dan tidak memiliki manfaat sama sekali bagi kita?

Ternyata banyak kemudahan dan kemajuan dalam kehidupan kita sekarang yang tidak lepas dari manfaat yang begitu besar dari formalin.

Formalin dikenal sebagai bahan baku pembuatan perekat (glue) yang memiliki daya rekat sangat kuat, sehingga banyak digunakan pada bahan bangunan seperti multiplek.

Di bidang kesehatan, formalin dalam konsentrasi rendah banyak digunakan sebagai disinfektan dan pengawet dalam vaksinasi.

Selain itu formalin juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis tinta dan pengikat warna pada bahan tekstil sehingga warna pada pakaian menjadi tahan lama.

Ternyata dibalik keberbahayaannya, formalin memegang peranan penting juga dalam kehidupan kita. Makanya, cari tahu semua ada ilmunya…

 

Contoh Sukses Pengelolaan Sampah Domestik Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:48 am

Barangkali apa yang dilakukan oleh kelompok PKK di daerah kelurahan Tamansari, Bandung patut dijadikan contoh dalam hal pengelolaan sampah domestik.Sejak enam bulan lalu, warga yang berada di daerah tersebut mulai giat melakukan pengelolaan sampah secara swadaya, melalui program pengurangan (reduce), peggunaan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). Sebelumnya, sampah-sampah tersebut telah dipisahkan sesuai dengan klasifikasi organik, non-organik dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Program yang mereka lakukan ternyata dapat mengurangi volume sampah secara signifikan, yaitu sampai dengan 60%. Jumlah pengurangan yang sangat besar.

Dari kegiatan pengelolaan tersebut, sampah organik mereka jadikan kompos, sebagai pupuk tanaman. Sampah non-organik, seperti plastik bekas kemasan kopi misalnya, mereka buat menjadi aneka ragam kerajinan tangan, mulai dari pot tanaman sampai tas.

Bukan hanya volume sampah saja ternyata hasil yang mereka dapatkan, akan tetapi dari kegiatan pengelolaan sampah secara swadaya ini mampu menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi para warganya. Sebagai contoh, hasil kerajinan tangan dari sampah plastik bekas kemasan mereka jual dengan harga antara Rp. 20,000 – Rp. 50,000 per buah.

Dikutip dari harian Pikiran Rakyat

 

Peran Penting Sebuah Buku Catatan Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:47 am

Masih ingatkah anda sewaktu dulu masih sekolah yang namanya buku catatan?Bukan hanya punya, malahan kita buat buku catatan kita berdasarkan mata pelajarannya masing-masing. Atau istilah kerennya kita buat by subject.

Buku catatan biasanya kita gunakan untuk mencatat ringkasan pelajaran yang kita terima sewaktu di kelas atau mencatat materi yang diajarkan namun tidak terdapat dalam buku teks pelajaran.

Yang pasti dengan buku catatan kita bisa belajar lebih cepat karena tidak perlu susah-susah lagi membuka-buka buku teks. Bahkan ketika kita sudah kuliah pun kita masih bisa membuka buku catatan kita sewaktu di SMP bila memerlukannya sewaktu-waktu. Ringkas dan hemat waktu.

Sekarang setelah kita tidak lagi belajar di bangku sekolah atau kuliah, masihkah kita memiliki buku catatan? Apakah kita setelah membaca topik terbaru dari sebuah harian atau majalah misalnya, kita sarikan inti tulisan tadi lalu kita tulis di buku catatan kita?

Atau ketika pergi ke suatu tempat atau sedang menonton televisi dan menemukan informasi tertentu yang menurut kita sangat berguna, lalu kita biarkan begitu saja berlalu tanpa berusaha menyimpannya dalam buku catatan?

Ingat kata pepatah, manusia bisa lupa tapi catatan mengingatkan! Tidak mahal kok, cukup sebuah buku tulis dan sebuah pena.

Jadi mulai sekarang milikilah buku catatan…dan kita lihat nanti bagaimana berharganya sebuah buku catatan.

 

Belajar Gitar Secara Online Februari 21, 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — katochim0to @ 6:46 am

Bagi kita yang sedang belajar gitar, belajar gitar secara online mungkin dapat menjadi alternatif pilihan. Selain murah, waktu belajarnya pun kita bisa atur sendiri. Nah, di internet banyak kok situs-situs yang dapat menuntun kita untuk belajar gitar secara online. Sebut saja misalnya www.learnplayguitar.net. Situs ini menyediakan informasi untuk belajar gitar, termasuk di dalamnya membahas tentang string, strumming, fretting, chord, musik dan tabs.Bahkan kita bisa juga mendapatkan e-book cara belajar gitar secara gratis. Untuk mendapatkannya cukup download e-book cara belajar gitar ke komputer kita. Anda bisa klik di sini untuk mendapatkan e-book belajar gitar secara gratis.

Di bawah ini adalah link ke situs-situs lain yang juga dapat kita jadikan acuan dalam belajar gitar secara online.

Selamat belajar…



http://www.wikihow.com/Play-Guitar http://guitar.about.com/library/weekly/aa071200a.htm