OhaYou GoZaiMazu…..^^

Work Hard If You Wanna Be A Great Man….

T-Fourth November 12, 2008

Filed under: Tarcy II cup — katochim0to @ 1:06 am

Kegiatan T-Fourth/Tarsi 2 Cup yang sudah direncanakan sejak lama akhirnya sudah berlangsung sejak tanggal 7 november 2008 kemarin. Kegiatan nya cukup berjalan dengan lancar dan  pertandingan-pertandingan yang dilaksanakan adalah Basket Putra/Putri SMA,Basket Cowo SMP, Futsal SMA,Band,dan Modern Dance. Beberapa pertandingan yang seru menurut saya adalah Pertandingan pada hari pertama yaitu sekolah Ipeka Tomang Melawan Sekolah Kemurnian 2. Dan Yang seru lagi adalah pertandingan tuan rumah kita sendiri yaitu Tarsisius 2 Melawan Barunawati.Pertandingan berjalan sangat seru dan menegangkan karena Lawan juga cukup kuat tetapi akhirnya Tarsisius 2 menang karena kekompakan mereka.

Dan pada pertandingan futsal yang seru yaitu pada saat Sekolah Tarsisius 2 melawan Sekolah Vianney.Karena terjadi keributan antara sekolah Vianney dan tarsisius 2 yang disebabkan karena pemain Vianney menjatohkan pemain Tarsisius 2,karena kejadian it pemain Vianney mendapatkan kartu merah.Habis kejadian it permainan akhirnya dilanjutkan kembali dengan kemenangan Tarsisius 2 yang gemilang.

T-Fourth/Tarsisius 2 Cup Masih berlangsung sampai tanggal 15 November

Keep Watched…

 

Bali Arts Festival April 1, 2008

Filed under: Kesenian — katochim0to @ 3:09 am

SEJARAH PESTA KESENIAN BALI

Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sebagai upaya persembahan karya cipta seni terbaik masyarakat. Bilapun kini masyarakat berkeinginan memilih antara kesenian dan kerajinan, profan dan sekular, pesanan dan kreativitas murni masyarakat Bali, semua itu mereka kerjakan dengan semangat “persembahan “. Perbedaan itu tidak akan mengurangi hakekat berkesenian. Kegiatan berkesenian didasari oleh motivasi sebagai persembahan yang terbaik dan “spirit” dalam segala aktivitas masyarakat Bali

Seni yang ditampilkan adalah persembahan dan karya cipta yang dihasilkan juga sebagai persembahan. Hal ini yang masih dijadikan. Persembahan seni dan karya cipta mengandung makna pembebasan yang iklas yang dalam ajaran Hindu sering disebut dengan yadnya. Yadnya yang dipersembahkan melalui seni dan karya cipta menjadikan hasil ciptaannya sebagai persembahan terbaik, maka sedapat mungkin seseorang seniman tidak akan mempersembahkan miliknya atau karyanya yang paling jelek atau seadanya, apalagi persembahan itu berupa seni dan karya cipta yang terlahir dari budi daya sebagai hulu cinta kasih dan peradaban rohani seni masyarakat.

Pesta Kesenian Bali merupakan media dan sarana untuk menggali dan melestarikan seni budaya serta meningkatkan kesejahteraan. Penggalian dan pelestarian seni budaya meliputi filosofi, nilai-nilai luhur dan universal, konsep-konsep dasar, warisan budaya baik benda atau bukan benda yang bernilai sejarah tinggi, ilmu pengetahuan dan seni sebagai representasi peradaban serta pengembangan kesenian melalui kreasi, inovasi, adaptasi budaya dengan harapan agar tetap hidup dan ajeg berjcelanjutan dalam konteks perubahan waktu dan jaman serta dalam lingkungan yang selalu berubah.

PELOPOR

Menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , maka Pemerintah Propinsi Bali, sejak tahun 1979, oleh Almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra menggagas dan memprakarsai suatu wadah pesta rakyat, yang sampai sekarang disebut ” Pesta Kesenian Bali ” (PKB), yang pertama kalinya di gelar.

Dasar Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali adalah Peraturan Daerah Propinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986 tentang” Pesta Kesenian Bali “. Pesta Kesenian Bali yang digelar pertama kali pada tahun 1979, berlangsung kurang lebih 2 bulan tepatnya dari tanggal 20 Juni 1979 sampai 23 Agustus 1979, dan setiap tahun telah memberikan kesempatan untuk menampilkan karya-karya seni terbaik, sebagai wahana pembinaan, pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat.Pelestarian seni budaya dengan menampilkan keseniankesenian klasik yang sudah hampir punah dan terpendam di masyarakat.Melalui Pesta Kesenian Bali, memotivasi masyarakat untuk menggali, menemukan dan menampilkan kepada masyarakat pada pesta rakyat ini. Penyelenggaraan PKB dari tahun ketahun telah memberikan nuansa tersendiri bagi keajegan seni budaya Bali dengan menampilkan thema yang selalu berbeda-beda.Kiranya cara berkesenian masyarakat Bali yang dipersembahkan kedalam wadah Pests Kesenian Bali, setiap tahunnya juga berbeda-beda. Seperti pada Pesta Kesenian Bali yang berlangsung Juni 2003 ini merupakan Pesta Kesenian Bali ke 25 yang bertepatan dengan Jubillium Perak Pesta Kesenian Bali. Kesempatan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan koreksi, perbaikan dan perubahan serta introspeksi diri, ditengah-tengah keterpurukan kepariwisataan Bali saat ini.

 

Pesta Kesenian Bali Tahun 2003 ini mengambil thema ” Yadnya Cakra “yang bermakna Roda Kreativitas Tiada Henti. Thema ini menggambarkan betapa beratnya beban kita untuk selalu beraktivitas dan berkreativitas untuk memenuhi kehidupan kita. Dengan demikian aktivitas dan kreativitas berkesenian untuk menghasilkan karya cipta dan seni masyarakat Bali tidak akan pernah berhenti, untuk menggali dan mengembangkan gagasan-gagasan baru, baik itu gagasan barn berkesenian maupun dalam kegiatan sehari hari, dalam rangka menyambung kelangsungan kehidupannya. Penggalian dan pengembangan gagasan baru berkesenian, dipakai untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya gagasan barn akan dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diinplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya.Dalam sejarah perjalanan pesta seni rakyat yang akbar ini pada umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Hanya pada PKB yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof DR. Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali sekaligus sebagai penggagas PKB. Selebihnya pembukaan PKB dilaksanakan oleh Menteri, Wakil Presiden, Presiden dan Ibu Negara. Secara rinci urutan pejabat negara yang pernah membuka Pesta Kesenian-Bali adalah :

1. Pesta Kesenian Bali pertama tahun 1979 di buka oleh Prof Dr. Ida Bagus Mantra.
2. Pesta Kesenian Bali kedua tahun 1980 dibuka oleh Menko Kesra Surono juga hadir Mendikbud Daoed Joesoef.
3. Pesta Kesenian Bali ketiga tahun 1981 dibuka oleh Menko Kesra Surono.
4. Pesta Kesenian Bali keempat tahun 1982 dibuka oleh IN Tien Soeharto.
5. Pesta Kesenian Bali kelima tahun 1983 dibuka oleh Mendikbud Nugroho Notosusanto
6. Pesta Kesenian Bali keenam tahun 1984 dibuka oleh Wakil Presiden Umar Wirahadikusuma.
7. Pesta Kesenian Bali ketujuh tahun 1985 dibuka oleh Menko Kesra Alamsyah Ratuprawiranegara.
8. Pesta Kesenian Bali kedelapan tahun 1986 di buka oleh Mendikbud Fuad Hasan.
9. Pesta Kesenian Bali kesembilan tahun 1987 dibuka oleh Presiden Soeharto.
10. Pesta Kesenian Bali kesepuluh tahun 1988 dibuka oleh Wakil Presiden Soedarmono.
11. Pesta Kesenian Bali kesebelas tahun 1989 di buka oleh Menko Kesra Soepardjo Rustam.
12. Pesta Kesenian Bali kedua belas tahun 1990 dibuka oleh Menko Kesra Soepardjo Rustam.
13. Pesta Kesenian Bali ketiga belas tahun 1991 dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Rudini
14. Pesta Kesenian Bali keempat belas tahun 1992 dibuka oleh Wakil Presiden Sudharmon9, SH.
15. Pesta Kesenian Bali kelima belas tahun 1993 dibuka oleh Wakil Presiden Try Sutrisno.
16 Pesta Kesenian Bali keenam belas tahun 1994 dibuka oleh wakil Presiden Try Sutrisno.
17. Pesta Kesenian Bali ketujuh belas tahun 1995 dibuka oleh Presiden RI, Soeharto.
18. Pesta Kesenian Bali kedelapan belas tahun 1996 dibuka oleh Wakil Presiden Try Sutrisno.
19. Pesta Kesenian Bali kesembilan belas tahun 1997 dibuka oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomounikasi, Joop Ave.
20. Pesta Kesaenian Bali kedua puluh tahun 1998 dibuka oleh Sekretaris Negara, Moerdiono.
21. Pesta Kesenian Bali kedua puluh satu tahun 1999 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Kebudayaan, I Gede Ardika.
22. Pesta Kesenian Bali kedua puluh dua tahun 2000 dibuka oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.
23. Pesta Kesenian Bali kedua puluh tiga tahun 2001 dibuka oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.
24. Pesta Kesenian Bali kedua puluh empat tahun 2002 dibuka oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
25. Pesta Kesenian Bali ke dua puluh lima tahun 2003 I buka oleh Presiden Megawati Soekarnoputri
26. Pesta Kesenian Bali ke dua puluh Enam tahun 2004 dibuka oleh 3 Mentri Kabinet Gotong Royong yakni Mentri Kebudayaan Dan Pariwisata dan Mentri Dalam Negeri
27. Pesta Kesenian Bali ke dua puluh Tujuh tahun 2005 dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
28. Pesta Kesenian Bali ke dua puluh Delapan tahun 2006 dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
28. Pesta Kesenian Bali ke dua puluh Sembilan tahun 2007 dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
 

Graffity~

Filed under: Kesenian — katochim0to @ 3:08 am

 Grafiti
Grafiti (juga dieja grafitty atau grafitti) adalah kegiatan seni rupa yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kalimat tertentu di atas dinding. Alat yang digunakan biasanya cat semprot kaleng.

Sejarah

Grafiti di Pompeii. Grafiti ini mengandung tulisan rakyat yang menggunakan bahasa Latin Rakyat dan bukan bahasa Latin Klasik.
Kebiasaan melukis di dinding bermula dari manusia primitif sebagai cara mengkomunikasikan perburuan. Pada masa ini, grafitty digunakan sebagai sarana mistisme dan spiritual untuk membangkitkan semangat berburu.

Perkembangan kesenian di zaman Mesir kuno juga memperlihatkan aktivitas melukis di dinding-dinding piramida. Lukisan ini mengkomunikasikan alam lain yang ditemui seorang pharaoh (Firaun) setelah dimumikan.

Kegiatan grafiti sebagai sarana menunjukkan ketidak puasan baru dimulai pada zaman Romawi dengan bukti adanya lukisan sindiran terhadap pemerintahan di dinding-dinding bangunan. Lukisan ini ditemukan di reruntuhan kota Pompeii. Sementara di Roma sendiri dipakai sebagai alat propaganda untuk mendiskreditkan pemeluk kristen yang pada zaman itu dilarang kaisar.

Grafiti pada zaman modern
Grafiti pada Tembok Pemisah Israel di Israel-Palestina.
Adanya kelas-kelas sosial yang terpisah terlalu jauh menimbulkan kesulitan bagi masyarakat golongan tertentu untuk mengekspresikan kegiatan seninya. Akibatnya beberapa individu menggunakan sarana yang hampir tersedia di seluruh kota, yaitu dinding.
Pendidikan kesenian yang kurang menyebabkan objek yang sering muncul di grafiti berupa tulisan-tulisan atau sandi yang hanya dipahami golongan tertentu. Biasanya karya ini menunjukkan ketidak puasan terhadap keadaan sosial yang mereka alami.
Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali karirnya dari kegiatan grafiti.

Fungsi grafiti

• Bahasa rahasia kelompok tertentu.
• Sarana ekspresi ketidak puasan terhadap keadaan sosial.
• Sarana pemberontakan.
• Sarana ekspresi ketakutan terhadap kondisi politik dan sosial.

Pada perkembangannya, grafiti di sekitar tahun 70-an di Amerika dan Eropa akhirnya merambah ke wilayah urban sebagai jati diri kelompok yang menjamur di perkotaan. Karena citranya yang kurang bagus, grafiti telanjur menjadi momok bagi keamanan kota. Alasannya adalah karena dianggap memprovokasi perang antar kelompok atau gang. Selain dilakukan di tembok kosong, grafiti pun sering dibuat di dinding kereta api bawah tanah.

Di Amerika Serikat sendiri, setiap negara bagian sudah memiliki peraturan sendiri untuk meredam grafiti. San Diego, California, New York telah memiliki undang-undang yang menetapkan bahwa grafiti adalah kegiatan ilegal. Untuk mengidentifikasi pola pembuatannya, grafiti pun dibagi menjadi dua jenis.

Gang grafiti

Yaitu grafiti yang berfungsi sebagai identifikasi daerah kekuasaan lewat tulisan nama gang, gang gabungan, para anggota gang, atau tulisan tentang apa yang terjadi di dalam gang itu.

Tagging graffiti

Yaitu jenis graffiti yang sering dipakai untuk ketenaran seseorang atau kelompok. Semakin banyak graffiti jenis ini bertebaran, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti jenis ini memerlukan tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

 

Kota Verona, Italia; The City of Love Romeo and Juliet

Filed under: Kesenian — katochim0to @ 3:01 am

Berbicara tentang Verona, pastilah tidak lepas dari cerita cinta dari dua sejoli yang sangat terkenal di dunia, Romeo dan Juliet yang ditulis oleh W. Shakespeare. Berkat cerita ini pula, Shakespeare mampu menjadikan Verona, sebagai salah satu kota yang sangat populer di dunia saat ini.

Goresan fantasi Shakespeare berabad lalu itu, hingga kini begitu terasa di kota ini.Hebatnya lagi, drama karangan Shakespeare tersebut mampu dihidupkan Pemerintah Kota Verona dengan dibangunnya Casa di Guiletta atau rumah balkon keluarga Juliet.
Dalam drama Shakespeare, rumah balkon ini merupakan tempat pertemuan Romeo dan Juliet, sepasang kekasih yang tidak direstui kedua orang tua mereka karena kedua keluarga ini bermusuhan.
Kini, Casa Di Guiletta dijadikan obyek wisata dan mampu menjadi daya tarik para turis. Apalagi di situ dibuatkan juga patung Romeo and Juliet dari tembaga yang mampu menambah kekuatan fantasi cerita percintaan tragis dua anak muda ini.

Berjalan-jalan di kota Verona ini dapat dimulai dari gerbang pusat kota, the main piazza atau yang disebut Piazza Bra. Suasananya lapang, bersih dan diramaikan oleh bar, pub, café, restaurant dan tidak ketinggalan souvenir shops.

Balai kota yang dikenal dengan sebutan Palazzo Barbieri terletak diseberang piazza, merupakan balai kota yang megah yang didirikan pada tahun 1883. Selain gedung balai kota, beberapa gedung tua yang berumur ratusan tahun pun dapat kita lihat di kota ini seperti Grand Guardia Palace, Palazzo Guastaversa yang merupakan hasil karya dari Sanmicheli, architect pakar yang beraliran Renaissance dan the Roman Amphitheatre, yang menjadi pusat piazza tersebut.

The Roman Amphitheatre merupakan peninggalan kekaisaran Roma yang merupakan salah satu opera stage terbesar di dunia. Dengan ukuran 138×109 meter dapat menampung sekitar 22 ribu penonton. Pada musim panas di tempat ini kerap diadakan pementasan opera, Dell’Opera Lirica. Sebagian besar dari bangunan ini udah merupakan hasil renovasi

Tower Lamberti yang merupakan tower tertinggi di Verona yang dibangun pada tahun 1172, juga menjadi salah satu tempat yang tidak boleh terlewatkan jika kita berkunjung ke Verona.

Bagi yang gemar berbelanja, langsung saja menuju Via Mazzini. Sebuah pedestrian street yang penuh dengan butik-butik bermerk terkenal papan atas.
di ujung jalan Via Mazzini, terdapat Piazza Delle Erbe merupakan pusat kota dimana di dalamnya terdapat pasar yang dulunya adalah tempat di mana the ancient Roman Forum berdiri. Nyaris seluruh bangunan yang mengelilingi piazza ini adalah bangunan historic yang dilengkapi dengn beberapa sculpture yang sangat indah.

Singkat cerita, erona memang layak dipilih sebagai tempat tujuan wisata anda berikutnya. Segera booking reservasi hotel langsung lewat website Mistertur.com, untuk mendapatkan diskon harga hotel murah di Verona, Italia.

Last update: 25-10-2007 07:38

 

PERKEMBANGAN INSTRUMEN PETIK SEBELUM JAMAN RENESANS Februari 21, 2008

Filed under: Uncategorized — katochim0to @ 6:58 am

Royke B. Koapaha

Model instrumen yang dipetik sebelum jaman Renesans (1450-1600) sangatlah beragam. Wajar saja kalau kita sering dibuat bingung oleh nama-nama yang berlainan untuk sebuah instrumen yang sama, atau sebaliknya, keaneka-ragaman instrumen yang berasal dari instrumen yang sama.

Kondisi ini ditunjang lagi oleh terbatasnya informasi yang tidak jarang berhias dongeng-dongeng maupun mitos-mitos. Sebagai ilustrasi dapat kita lihat pada kisah Apollo dan Hermes berikut ini. Alkisah Hermes mengambil sapi-sapi milik Apollo. Dalam perjalanan pulang Hermes melihat seekor penyu. Iapun menangkap dan mengulitinya serta mengambil tempurungnya. Pada tempurung itu diberi lubang dan ditancapkan sepotong kayu. Pada bagian rongga ditutupinya dengan kulit sapi. Terakhir, iapun mengikatkan usus sapi dari ujung potongan kayu ke ujung tempurung. Hermespun memainkan instrumen ciptaannya itu sambil bernyanyi. Syair nyanyiannya itu memuji kebaikan, kepintaran dan kemurahanhati Apollo. Apollo yang semula ingin menuntut Hermes untuk mengakui perbuatannya serta menuntut agar mengembalikan sapi-sapinyapun menjadi luluh. Iapun mengampuni Hermes. Mereka segera membuat perjanjian yang isinya Hermes boleh memiliki sapi-sapi itu dan alat musik buatan Hermes itu menjadi milik Apollo. Mungkin cerita ini hanyalah simbol dari alih budaya Creto-Helladis ke Indo-Eropa Yunani seperti penjelasan Graves. Kita sulit untuk melihat kisah ini sebagai asal usul instrumen lyra yang sebenarnya. Terlepas dari semua itu, kita tahu bahwa terdapat instrumen lyra pada bangsa Yunani kuno.

Sejarah Gitar
Gambar:Kissar, instrumen seperti lyra yang masih digunakan di beberapa tempat di Afrika Utara hingga sekarang.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar
Ada yang menyebutnya Lyra, ada juga yang menyebutnya Khitara.

Ada juga dugaan dimana ide awal dari instrumen gitar berasal dari bunyi tali pada busur panah. Kemudian diberi kotak suara atau resonator agar suaranya lebih keras, selain tali (senar) yang ditambahkan. Alasan ini dapat dimengerti kalau kita melihat bentuk-bentuk instrumen berdawai kuno di bawah ini.

Sejarah Gitar Sejarah Gitar Sejarah Gitar

Instrumen tertua yang bentuknya mirip gitar terdapat pada objek arkeologi di Alaya Huyuk yang berasal dari tahun 1400 SM. Pada relief tersebut dapat dilihat seorang musisi Hittite sedang memainkan alat musik yang lebih mirip instrumen gitar daripada instrumen tanbur. Nama sesungguhnya tidak dikenal, karena itu sekarang hanya dikenal dengan nama gitar hittite saja.

Sejarah Gitar
Gitar Hittite

Sedang tanbur merupakan instrumen petik yang pada awalnya berkembang di Persia sekitar tahun 1400 SM. Instrumen ini memiliki badan seperti mangkuk dan papan suara yang terbuat dari kulit. Sebutan-sebutan lain untuk instrumen ini berdasarkan jumlah dawainya. Disebut setar jika berdawai tiga dan disebut chartar jika berdawai empat (‘se’ berarti tiga, ‘char’ berarti empat dan ‘tar’ berarti dawai).

Sejarah Gitar
Tanbur dari tahun sekitar 2500-1500 Sebelum Masehi

Sejarah Gitar
Tar dari Persia

Sejarah Gitar
Tanbur modern

Tanbur juga berkembang di Yunani sekitar tahun 300 SM. Sekitar tahun 300M bangsa Romawi mengembangkan tanbur model mereka sendiri dengan ide tanbur Yunani. Menurut Maurice J.Summerfield tanbur Yunani maupun Romawi merupakan instrumen yang berdawai empat (chartar). Tanbur Yunani dan Romawi ini dianggap sebagai kelanjutan dari tanbur Persia dan “gitar Hittite”. Seperti telah disinggung di atas, kata gitar dengan tanda kutip digunakan karena nama sebenarnya dari instrumen itu tidaklah diketahui.Tidak ada informasi nama pada relief di Alaya Huyuk.

Jadi perkembangannya kira-kira demikian:

Gitar Hittite —> Tanbur Persia —> Tanbur Yunani —> Tanbur Romawi

Tanbur Romawi ini selanjutnya berkembang menjadi guitarra morisca dan guitarra latina. Ilustrasi dari instrumen-instrumen ini dapat dilihat pada dokumen Cantigas dari Alphonso yang Arif, tahun 1270. Cantigas ini merupakan nyanyian puji-pujian bagi Perawan Suci serta mujizat-mujizatnya. Dari nama guitarra Morisca kita sudah dapat menduga bahwa gitar ini berasal dari bangsa Moor. Bentuknya seperti almond (biji dari sejenis buah persik), sedang bagian belakangnya seperti perahu terbalik. Papan jarinya lebar dan pada papan suaranya terdapat beberapa lubang suara.

Sejarah Gitar

Sejarah Gitar
Guitarra Morrisca Repro

Berlainan dengan guitarra morisca, guitarra latina mempunyai bentuk yang berkeluk kedalam. Bagian belakangnya rata, serta umumnya hanya mempunyai sebuah lubang suara pada papan suaranya.

Sejarah Gitar
Guitar Latina

Sejarah Gitar
Sebelah kiri guitarra Latina dan yang di kanan guitarra Morrisca

Dapat dilihat bahwa guitarra latina mempunyai bentuk yang lebih mirip dengan gitar modern. Walaupun diberi nama latina bukanlah berarti gitar ini berasal dari Roma, tetapi berasal dari laut Tengah. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita ingat pada sebuah definisi dari abad ke 13:” Nama Latini diberikan kepada penduduk asli, ‘settlers’ asli dan kolonis di wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh bangsa Barbar”. Dalam prakteknya guitarra latina digunakan untuk bermain iringan, sedang guitarra morisca untuk bermain melodi.

Sebelum kita lanjutkan dengan instrumen lainnya, ada baiknya jika kita menyinggung terlebih dahulu tentang asal-usul kata gitar. Dan dengan jujur haruslah diakui akan kesimpang-siurannya. Mungkin saja gitar berasal dari kata Ketharah atau Cetharah, alat musik dari bangsa Asyiria. Atau mungkin juga dari kata setar, sitar, cithara yang dapat diartikan sebagai instrumen berdawai tiga. Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa gitar berasal dari kata chartar, instrumen yang berdawai empat. Salah satu hal yang menguatkan pendapat ini ialah kesamaan jumlah dawai antara chartar dengan guitarra morisca maupun latina. Guitarra morisca mempunyai empat dawai berganda sedang guitarra latina mempunyai empat dawai tunggal.

Kita juga harus berhati-hati untuk istilah-istilah seperti guitarra, guiterne, gitern dan sebagainya dalam konteks sebelum jaman Renesans. Istilah ini seringkali digunakan untuk instrumen yang pada jaman Renesans disebut mandora. Mandora merupakan instrumen lute yang ukurannya sangat kecil. Disisi lain, sebuah instrumen yang seperti gitar sering disebut viola, atau dalam bahasa Spanyol disebut Vihuela. Viola ini juga mempunyai arti yang umum, yaitu semua instrumen berdawai baik yang dimainkan dengan alat penggesek, dengan plectrum, maupun dipetik dengan jari.

Sejarah Gitar
Vihuela

Terlepas dari kesimpang-siuran asal-usul kata gitar, akhirnya pada abad ke 16 kata guitarra sudah meluas digunakan sebagai nama instrumen yang berdawai empat berganda di Eropa. Sudah tentu terdapat perbedaan-perbedaan kecil seperti guitarra di Spanyol, guiterne atau guiterre di Prancis, gittern di Inggris, chitarrino atau chitarra di Itali dan quinterna atau gitarre di Jerman. Seperti telah disinggung di atas, nama yang digunakan di Portugis cukup berbeda yaitu Violao.

Sejarah Gitar
Gitar zaman Renesans yang memiliki 4 dawai berganda

Instrumen petik lainnya yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan gitar ialah lute. Kita ingat bahwa pada tahun 711 bangsa Arab datang ke Spanyol untuk penyebaran agama Islam. Pengaruh bangsa Arab pada budaya spanyol umumnya, musik khususnya tidak dapat dikatakan kecil. Sekarangpun pengaruh Arab masih sangat terasa pada musik flamenco.

Bangsa Arab membawa alat musik yang mereka namakan al’ud, alat dari kayu. Ada kemungkinan penamaan ini merupakan upaya untuk membedakan al’ud dengan instrumen lainnya yang mempunyai papan bunyi dari kulit, seperti keluarga tanbur, ataupun badan yang terbuat dari labu air.

Sejarah Gitar
Al’ud

Ada kemungkinan bangsa Arab bukanlah penemu instrumen ini. Mungkin saja lute ini berasal dari tempat yang sama dengan “gitar hittite”. Pada salah satu relief itu juga menggambarkan seorang pemain lute (?) bersama-sama dengan sekelompok pemain sulap, termasuk seorang pemain ular, dua akrobatis dan ada seorang lagi dengan monyetnya. Kalaupun kita mau jujur, instrumen yang dipegang musisi itu lebih mirip dengan bentuk jam pasir selain mempunyai tujuh buah fret.

Hal yang lebih pasti bahwa di Mesir pada jaman Hyksos terdapat instrumen yang sangat mirip dengan lute. Instrumen yang dikenal dengan sebutan nefer ini memegang peranan penting dalam kehidupan musik di sepanjang sungai Nil itu. Dengan ditemukannya beberapa contoh asli di kuburan mesir, maka sekarang kita dapat mengetahui konstruksi instrumen ini dengan lebih pasti.

Bangsa Yunani mengenal instrumen seperti lute dengan sebutan pandoura atau pandouros. Kemungkinan kata pandoura berasal ini berasal dari kata pan-tur (gesek-kecil). Instrumen yang diimpor dari Asia Barat ini akhirnya mengalami pergeseran-pergeseran nama maupun ujud. Dari pan-tur menjadi pandoura, pandouros, pandore, mandore, mandora, mandola, vandola dan sebagainya. Sekarang kita masih dapat melihat “keturunannya” yang disebut mandolin maupun bandurria di Spanyol. Gambar di bawah ini hanyalah salah satu variannya saja.

Sejarah Gitar

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen lute tidak hanya dimilki oleh bangsa Arab saja.Di sisi lain, andil bangsa Arab tidaklah kecil dalam memperkenalkan instrumen lute yang pada akhirnya menyebar di seluruh Eropa.Seperti nama gitar, nama lute juga mengalami perubahan-perubahan kecil seperti misalnya laud di Spanyol, laute di Jerman, Liuto di Itali Lute di Inggris, luth di Prancis dan alaude di Portugis.

Nantinya, pada jaman Renesans lute menjadi alat petik yang utama di dataran Eropa, kecuali di Spanyol. Tidak berkembangnya lute di Spanyol kemungkinan besar akibat dari usaha Spanyol dalam mengikis pengaruh-pengaruh budaya Arab saat itu. Ada gejala yang menarik dimana instrumen vihuela (viola) yang memiliki banyak kesamaan dengan lute (kecuali bentuknya) berkembang secara pesat sekali di Spanyol. Instrumen ini seakan-akan menjadi instrumen tandingan untuk lute.

 

Perkembangan dan Pertumbuhan Mereka pada Zaman Modern

Filed under: Uncategorized — katochim0to @ 6:58 am
Menara Pengawal, dari 6.000 eksemplar dalam satu bahasa menjadi lebih dari 22.000.000 eksemplar dalam lebih dari 132 bahasa

SEJARAH modern Saksi-Saksi Yehuwa bermula lebih dari seratus tahun yang lalu. Pada awal tahun 1870-an, terbentuklah sebuah kelompok belajar Alkitab yang sederhana di Allegheny, Pennsylvania, AS, yang sekarang menjadi bagian dari Pittsburgh. Charles Taze Russell adalah pelopor utama kelompok belajar tersebut. Pada bulan Juli 1879, terbitlah edisi pertama majalah Zion’s Watch Tower and Herald of Christ’s Presence. Pada tahun 1880, sejumlah sidang telah terbentuk di negara-negara bagian di sekitarnya yang berpangkal dari kelompok belajar Alkitab yang beranggotakan sedikit orang ini. Pada tahun 1881, dibentuklah Zion’s Watch Tower Tract Society dan pada tahun 1884, organisasi itu dijadikan badan hukum, dengan Russell sebagai presidennya. Nama Lembaga itu kemudian berganti menjadi Watch Tower Bible and Tract Society (Lembaga Alkitab dan Risalah Menara Pengawal). Banyak anggotanya memberikan kesaksian dari rumah ke rumah menawarkan bacaan-bacaan Alkitab. Lima puluh orang melakukan pekerjaan ini sepenuh waktu pada tahun 1888—sekarang, pemberita sepenuh waktu di seluruh dunia rata-rata berjumlah 700.000 orang.

Pada tahun 1909, pekerjaan Lembaga ini mulai bertaraf internasional dan kantor pusatnya dipindahkan ke lokasinya yang sekarang di Brooklyn, New York. Khotbah-khotbah tercetak dimuat dalam surat-surat kabar dan pada tahun 1913, khotbah-khotbah ini telah dicetak dalam empat bahasa di ribuan surat kabar di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Buku, buku kecil, dan risalah telah disiarkan dalam jumlah ratusan juta.

Pada tahun 1912, proyek ”Drama-Foto Penciptaan” mulai digarap. Melalui slide dan film bersuara, dikisahkanlah awal-mula penciptaan bumi hingga akhir Pemerintahan Seribu Tahun Kristus. Drama-Foto mulai dipertunjukkan pada tahun 1914, dengan 35.000 penonton setiap hari. Drama-Foto merupakan cikal bakal film bersuara.

TAHUN 1914

Zaman yang kritis semakin dekat. Pada tahun 1876, siswa Alkitab Charles Taze Russell menyumbangkan sebuah artikel berjudul ”Zaman Orang Kafir: Kapankah Berakhir?” untuk majalah Bible Examiner bulan Oktober, yang diterbitkan di Brooklyn, New York, yang pada halaman 27 dikatakan, ”Tujuh masa akan berakhir pada tahun 1914 M.” Zaman Orang Kafir adalah suatu periode waktu yang diistilahkan di terjemahan Alkitab lainnya sebagai ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa”. (Lukas 21:24) Memang, tidak semua peristiwa yang mereka harapkan akan terjadi pada tahun 1914 benar-benar terjadi, namun tahun tersebut menandai akhir dari Zaman Orang Kafir dan merupakan tahun yang sangat penting. Banyak sejarawan dan komentator setuju bahwa tahun 1914 merupakan titik balik dalam sejarah umat manusia. Ini dibuktikan dalam kutipan-kutipan berikut ini:

Titik balik sejarah manusia

”Tahun terakhir yang sepenuhnya ’normal’ dalam sejarah adalah 1913, setahun sebelum Perang Dunia I mulai.”—Tajuk rencana Times-Herald, Washington, D.C., 13 Maret 1949.

”Lambat laun, periode 75 tahun dari tahun 1914 hingga 1989, yang mencakup dua perang dunia dan perang dingin, semakin dipandang oleh para sejarawan sebagai suatu babak tersendiri, suatu periode yang unik manakala sebagian besar dunia sedang berperang, memulihkan diri dari perang, atau sedang mempersiapkan perang.”—The New York Times, 7 Mei 1995.

”Seluruh dunia benar-benar hancur pada Perang Dunia I dan kita masih belum tahu alasannya. Sebelum itu, orang mengira bahwa utopia (gambaran tentang sistem sosial-politik yang sempurna) telah terbentang di hadapan mata. Ada perdamaian dan kemakmuran. Kemudian, segalanya hancur. Sejak itu, kita berada dalam keadaan mati suri . . . Jumlah korban tewas di abad ini jauh melebihi abad-abad sebelumnya sepanjang sejarah.”—Dr. Walker Percy, American Medical News, 21 November 1977.

Lebih dari 50 tahun setelah 1914, Konrad Adenauer, negarawan Jerman menulis, ”Keamanan dan ketenangan telah lenyap dari kehidupan manusia sejak tahun 1914.”—The West Parker, Cleveland, Ohio, 20 Januari 1966.

Presiden pertama Lembaga, C. T. Russell, meninggal pada tahun 1916 dan digantikan pada tahun berikutnya oleh Joseph F. Rutherford. Banyak perubahan terjadi. Majalah pendamping The Watchtower (Menara Pengawal), yaitu The Golden Age (Zaman Keemasan), diperkenalkan. (Sekarang disebut Awake! [Sedarlah!] yang bertiras lebih dari 20.000.000 eksemplar dalam lebih dari 80 bahasa.) Kesaksian dari rumah ke rumah semakin digiatkan. Untuk membedakan diri dari denominasi-denominasi Susunan Kristen, pada tahun 1931 orang-orang Kristen ini menggunakan nama Saksi-Saksi Yehuwa. Nama ini berdasarkan Yesaya 43:10-12.

Radio digunakan secara luas pada tahun 1920-an dan 1930-an. Pada tahun 1933, Lembaga telah menggunakan 403 stasiun radio untuk memancarluaskan khotbah-khotbah Alkitab. Kemudian, peranan radio lambat laun digantikan dengan menggiatkan kunjungan dari rumah ke rumah oleh Saksi-Saksi, menggunakan fonograf portabel dan rekaman khotbah-khotbah Alkitab. Pengajaran Alkitab di rumah mulai diberikan kepada siapa pun yang berminat mempelajari kebenaran Alkitab.

KEMENANGAN DI PENGADILAN

Berjasa besar dalam menegakkan kemerdekaan sipil

Selama tahun 1930-an dan 1940-an, terjadi banyak penangkapan atas Saksi-Saksi karena melakukan pekerjaan ini, dan mereka pun bertarung di meja hijau guna memperjuangkan kebebasan untuk berbicara, mencetak publikasi, berhimpun, dan beribadat. Di Amerika Serikat, setelah naik banding dari pengadilan yang lebih rendah, Saksi-Saksi memenangkan 43 kasus di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Selain itu, mereka pun memperoleh vonis yang menguntungkan di mahkamah-mahkamah agung di negeri-negeri lain. Tentang kemenangan demi kemenangan di pengadilan ini, Profesor C. S. Braden, dalam bukunya These Also Believe, mengatakan tentang Saksi-Saksi, ”Mereka telah banyak berjasa dalam menegakkan demokrasi, dengan berjuang mempertahankan hak-hak sipil mereka, karena dalam pertarungan mereka, mereka telah berbuat banyak untuk melindungi hak-hak tersebut bagi setiap kelompok minoritas di Amerika.”

PROGRAM PELATIHAN KHUSUS

J. F. Rutherford meninggal pada tahun 1942 dan tugasnya selaku presiden digantikan oleh N. H. Knorr. Suatu program pelatihan terpadu dimulai. Pada tahun 1943, dibentuklah sebuah sekolah pelatihan khusus bagi para utusan injil dengan nama Sekolah Alkitab Gilead Menara Pengawal. Sejak saat itu, para lulusan sekolah ini telah diutus ke negeri-negeri di seluruh dunia. Sidang-sidang baru dibentuk di negeri-negeri yang belum memiliki sidang, dan kantor-kantor cabang dibentuk di seluruh dunia, yang sekarang berjumlah lebih dari 100. Secara berkala, diselenggarakan penataran-penataran khusus untuk melatih para penatua, para relawan di kantor-kantor cabang, dan para pemberita sepenuh waktu (sebagai perintis) dalam pekerjaan kesaksian. Berbagai jenis pendidikan khusus bagi para rohaniwan ini diadakan di pusat pendidikan di Patterson, New York.

N. H. Knorr meninggal pada tahun 1977. Salah satu perubahan dalam bidang pengorganisasian yang sempat ditanganinya sebelum ia meninggal adalah penambahan jumlah anggota Badan Pimpinan, yang berlokasi di kantor pusat sedunia di Brooklyn. Pada tahun 1976, tanggung jawab administrasi dibagi dan ditugaskan kepada berbagai panitia yang terdiri dari para anggota Badan Pimpinan, yang kesemuanya telah berpengalaman sebagai rohaniwan selama puluhan tahun.

PERLUASAN FASILITAS PERCETAKAN

Sejarah Saksi-Saksi Yehuwa pada zaman modern sarat dengan peristiwa-peristiwa dramatis. Dari satu kelompok kecil pelajar Alkitab di Pennsylvania pada tahun 1870, Saksi-Saksi telah berkembang hingga tahun 2001 ini menjadi kira-kira 90.000 sidang di seluruh dunia. Pada mulanya, semua lektur dicetak oleh perusahaan komersial; kemudian, pada tahun 1920, Saksi-Saksi mencetak beberapa lekturnya di gedung-gedung percetakan sewaan. Namun sejak tahun 1927 dan seterusnya, semakin banyak lektur mulai dihasilkan di gedung percetakan bertingkat delapan di Brooklyn, New York, milik Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc. Gedung ini sekarang telah diperluas hingga mencakup gedung-gedung percetakan lainnya serta sebuah kompleks perkantoran. Ada pula gedung-gedung lain yang berdekatan di Brooklyn untuk menampung para rohaniwan yang melayani secara sukarela untuk mengoperasikan fasilitas percetakan ini. Selain itu, perladangan dan percetakan dioperasikan di dekat Wallkill, di sebelah utara New York. Di sanalah majalah Menara Pengawal dan Sedarlah! dicetak dan makanan diproduksi untuk para rohaniwan yang melayani di berbagai lokasi. Setiap relawan menerima penggantian ongkos ala kadarnya untuk menutup pengeluaran insidental mereka.

KEBAKTIAN INTERNASIONAL

Pada tahun 1893, kebaktian besar pertama diselenggarakan di Chicago, Illinois, AS. Kebaktian ini dihadiri oleh 360 orang, dan sejumlah 70 orang yang dibaptis. Satu-satunya kebaktian akbar internasional diadakan di kota New York pada tahun 1958. Kebaktian itu berlokasi di Yankee Stadium serta Polo Grounds yang ketika itu masih ada. Puncak hadirinnya adalah 253.922 orang; dan jumlah yang dibaptis adalah 7.136 orang. Sejak itu, kebaktian internasional diselenggarakan dalam bentuk rangkaian kebaktian di banyak negeri. Secara keseluruhan, rangkaian-rangkaian kebaktian internasional mencakup ribuan kebaktian di negeri-negeri di seputar bumi.

 

Generasi muda, generasi global, generasi penuh tantangan

Filed under: Uncategorized — katochim0to @ 6:56 am

Oleh Dr. Paul Budi Kleden, SVD *

PERINGATAN sumpah pemuda tahun ini di diperkaya Kompas (30 Oktober) dengan sebuah jajak pendapat mengenai idealisme kaum muda. Disinyalir bahwa semangat muda pada umumnya mulai meredup. Menurut jajak pendapat itu, generasi muda dewasa ini tidak lagi dilihat dan dinilai sebagai kelompok yang memperparah kerukunan dalam masyarakat. Hasil jajak pendapat ini mesti menjadi satu masukan yang serius untuk mempertimbangkan pendampingan terhadap kaum muda. Untuk itu, dibutuhkan pemahaman yang jujur mengenai kondisi kaum muda dewasa ini. Kaum muda tidak dapat dipersalahkan begitu saja.